Kediri Technopark Logo

Anthropic Punya Model AI Misterius yang Lebih Kuat dari Mythos 5

A
Andyka
24 Agustus 2026
6 Menit News & General
Anthropic Punya Model AI Misterius yang Lebih Kuat dari Mythos 5

Anthropic ternyata sudah memiliki model AI baru yang belum tersedia untuk publik.

Model tersebut disebut Model 2 dan dalam sejumlah tugas internal dilaporkan mampu mengungguli Claude Mythos 5, salah satu model AI paling canggih yang pernah dikembangkan Anthropic.

Keberadaan Model 2 terungkap melalui laporan risiko Anthropic pada Agustus 2026.

Yang menarik, Anthropic belum berencana merilis model tersebut kepada masyarakat umum.

Perusahaan juga belum menyelesaikan seluruh rangkaian evaluasi sebelum penerapan atau deployment.

Model 2 Lebih Kuat dari Mythos 5

Dalam laporan risiko tersebut, Anthropic menjelaskan bahwa Model 2 menunjukkan peningkatan kemampuan dibandingkan Mythos 5 dalam berbagai tugas penting yang berkaitan dengan pekerjaan internal perusahaan.

Namun, peningkatan tersebut tidak berarti Model 2 unggul dalam seluruh aspek.

Anthropic masih memiliki tingkat keyakinan yang lebih rendah terhadap profil kemampuan Model 2 karena evaluasinya belum selengkap model yang telah melalui proses pengujian lebih panjang.

Dengan kata lain, perusahaan mengetahui bahwa model tersebut sangat kuat, tetapi masih perlu memahami secara lebih lengkap kemampuan dan risikonya.

Apa Itu Claude Mythos 5?

Untuk memahami seberapa besar perkembangan Model 2, kita perlu melihat posisi Mythos 5.

Anthropic menggambarkan Mythos 5 sebagai model yang memiliki kemampuan tingkat tinggi dalam cybersecurity, penelitian biologi, dan pekerjaan berbasis pengetahuan.

Karena kemampuan tersebut dapat digunakan untuk tujuan positif maupun berbahaya, akses terhadap Mythos 5 diberikan secara terbatas kepada mitra yang telah melalui proses kepercayaan tertentu.

Anthropic bahkan menyediakan versi dengan safeguard tambahan bernama Claude Fable 5 untuk penggunaan yang lebih luas.

Artinya, ketika sebuah model baru disebut mampu melampaui Mythos 5, kemampuan tersebut bukan sekadar peningkatan kecil pada chatbot biasa.

Belum Akan Dirilis ke Publik

Salah satu bagian paling menarik dari kabar ini adalah keputusan Anthropic untuk tidak langsung merilis Model 2.

Perusahaan mengatakan belum memiliki rencana untuk memberikan model tersebut kepada publik.

Evaluasi pra-peluncuran juga belum selesai.

Keputusan tersebut menunjukkan bahwa Anthropic tidak hanya mempertimbangkan seberapa pintar sebuah model.

Perusahaan juga harus memahami:

  • Apa saja yang dapat dilakukan model.
  • Seberapa andal model dalam berbagai kondisi.
  • Bagaimana model bertindak ketika diberikan akses ke tools.
  • Potensi penyalahgunaan.
  • Risiko keamanan.
  • Seberapa baik model dapat dikendalikan.

Model 2 Sudah Digunakan Secara Internal

Model 2 bukan sekadar eksperimen di laboratorium.

Laporan tersebut menunjukkan bahwa Model 2 dan Mythos 5 termasuk model yang banyak digunakan secara internal oleh Anthropic.

Model-model tersebut digunakan untuk berbagai pekerjaan seperti:

  • Coding.
  • Pembuatan data.
  • Pekerjaan agentic.
  • Riset internal.
  • Otomasi pekerjaan teknis.

Anthropic bahkan menyebut AI kini telah menulis sebagian besar kode yang masuk ke basis kode produksi perusahaan.

Hal ini menunjukkan bahwa model AI semakin berubah dari sekadar alat bantu menjadi bagian dari proses pengembangan teknologi itu sendiri.

AI Mulai Menjadi "Pekerja Digital"

Perkembangan ini menunjukkan perubahan besar dalam cara perusahaan menggunakan AI.

Generasi awal chatbot terutama digunakan untuk menjawab pertanyaan.

Kemudian AI mulai mampu membuat gambar, menulis kode, menganalisis dokumen, dan menggunakan berbagai tools.

Kini model frontier mulai digunakan untuk menjalankan pekerjaan yang terdiri dari banyak tahapan.

AI dapat menerima tujuan. Kemudian memecahnya menjadi beberapa tugas.

Menggunakan tools. Memeriksa hasil.

Memperbaiki kesalahan. Dan melanjutkan pekerjaan hingga tujuan tercapai.

Inilah yang membuat istilah agentic AI semakin penting.

Coding Menjadi Salah Satu Area Utama

Kemampuan coding merupakan salah satu bidang yang mendapatkan manfaat besar dari perkembangan model AI.

Model yang lebih canggih dapat memahami basis kode dalam jumlah besar.

AI dapat membantu mencari bug, menulis fungsi baru, membuat pengujian, dan memperbaiki kesalahan.

Jika kemampuan tersebut terus meningkat, AI dapat menangani bagian pekerjaan software engineering yang sebelumnya membutuhkan banyak waktu manusia.

Namun, kemampuan tersebut juga membawa konsekuensi.

Model yang sangat baik dalam membuat kode juga dapat memiliki kemampuan untuk menemukan kelemahan dalam software.

Mengapa Anthropic Sangat Berhati-hati?

Mythos 5 sendiri memiliki kemampuan yang cukup tinggi dalam cybersecurity.

Anthropic menyatakan bahwa kemampuan tersebut dapat digunakan untuk membantu mengamankan kode, tetapi juga berpotensi disalahgunakan untuk serangan siber.

Karena itu, perusahaan menerapkan trusted access untuk kemampuan Mythos tertentu.

Jika Model 2 lebih kuat lagi, kebutuhan untuk melakukan evaluasi keamanan menjadi semakin penting.

Model yang lebih pintar tidak otomatis menjadi model yang lebih aman.

Justru semakin tinggi kemampuan sebuah AI, semakin besar dampak jika model tersebut melakukan tindakan yang salah atau digunakan oleh pihak yang tidak bertanggung jawab.

Risiko Misalignment Ikut Menjadi Perhatian

Dalam laporan yang sama, Anthropic menaikkan penilaian terhadap risiko catastrophic misalignment.

Penilaiannya berubah dari "sangat rendah" menjadi "rendah".

Perubahan ini tidak berarti Anthropic menyatakan AI akan segera kehilangan kendali.

Namun, perusahaan mengakui adanya ketidakpastian yang lebih besar mengenai bagaimana model dengan kemampuan semakin tinggi dapat berperilaku dalam situasi tertentu.

Hal ini menjadi semakin relevan ketika AI tidak hanya menjawab pertanyaan, tetapi juga dapat menggunakan tools dan menjalankan tindakan secara mandiri.

AI yang Bisa Bertindak Membutuhkan Pengawasan Lebih Besar

Ada perbedaan besar antara AI yang hanya menghasilkan teks dan AI yang dapat melakukan tindakan.

AI yang hanya menjawab pertanyaan memiliki ruang tindakan yang relatif terbatas.

Sementara AI agent dapat memiliki akses terhadap:

  • File.
  • Kode.
  • Database.
  • Browser.
  • API.
  • Sistem perusahaan.
  • Berbagai tools digital.

Jika model semakin pintar dan aksesnya semakin luas, risiko juga meningkat.

Karena itu, pengembangan model frontier tidak cukup hanya mengejar benchmark.

Perusahaan harus memastikan model tetap dapat diarahkan dan diawasi.

Anthropic Sudah Menggunakan Safeguard pada Mythos

Anthropic telah mengambil pendekatan berbeda untuk Mythos 5.

Model tersebut tersedia secara terbatas untuk mitra tertentu dalam konteks cybersecurity dan penelitian biologi.

Untuk penggunaan yang lebih luas, Anthropic menggunakan Claude Fable 5, yang memiliki model dasar sama dengan Mythos 5 tetapi dilengkapi safeguard yang lebih kuat untuk domain berisiko.

Pendekatan tersebut memperlihatkan bahwa kemampuan AI dan tingkat akses pengguna mulai dipisahkan.

Tidak semua kemampuan model harus tersedia untuk semua orang.

Model 2 Belum Tentu Menjadi Produk Berikutnya

Walaupun Model 2 disebut lebih kuat daripada Mythos 5 dalam sejumlah tugas, belum tentu model ini akan langsung menjadi produk Claude berikutnya.

Ada beberapa kemungkinan. Model tersebut bisa digunakan sebagai basis penelitian. Bisa dikembangkan menjadi model generasi berikutnya. Bisa mendapatkan perubahan besar sebelum dirilis. Atau bahkan tetap menjadi model internal.

Karena itu, Model 2 lebih tepat dipandang sebagai jendela menuju perkembangan internal Anthropic daripada sebagai produk yang siap digunakan publik.

Persaingan Model Frontier Semakin Cepat

Anthropic bukan satu-satunya perusahaan yang berlomba mengembangkan AI frontier.

OpenAI, Google, Meta, dan perusahaan AI lainnya juga terus meningkatkan kemampuan model mereka.

Siklus pengembangan semakin cepat.

Model yang baru saja dianggap paling canggih dapat segera digantikan oleh model generasi berikutnya.

Dalam kondisi seperti ini, perusahaan AI menghadapi tantangan ganda.

Mereka harus bergerak cepat agar tidak tertinggal.

Tetapi pada saat yang sama harus memastikan model yang semakin kuat tidak dirilis sebelum risikonya dipahami dengan cukup baik.

Ketika AI Mulai Membantu Membuat AI

Ada satu perkembangan yang tidak kalah menarik.

Jika model AI sudah mampu menulis sebagian besar kode produksi perusahaan AI, maka AI secara tidak langsung mulai membantu manusia membangun generasi AI berikutnya.

Ini menciptakan sebuah siklus:

AI membantu developer → developer membangun model lebih baik → model baru membantu developer lebih jauh.

Jika siklus tersebut terus meningkat, kecepatan pengembangan AI dapat menjadi jauh lebih tinggi dibandingkan sebelumnya.

Namun, ini juga membuat pengawasan semakin penting.

Apa Artinya untuk Masa Depan AI?

Model 2 menunjukkan bahwa apa yang kita lihat sebagai teknologi AI publik mungkin belum mencerminkan batas kemampuan internal perusahaan AI.

Di balik model yang tersedia untuk masyarakat, perusahaan terus mengembangkan sistem dengan kemampuan lebih tinggi. Sebagian mungkin belum dirilis karena belum cukup aman.

Sebagian lainnya mungkin masih dalam tahap evaluasi. Dan sebagian lagi mungkin membutuhkan infrastruktur komputasi yang sangat besar.

Karena itu, perkembangan AI tidak hanya ditentukan oleh apa yang diumumkan perusahaan.

Kadang-kadang, perkembangan paling menarik justru muncul dari model yang belum boleh digunakan publik.

Fakta Penting

  • Anthropic mengungkap keberadaan Model 2, model AI internal yang belum dirilis.
  • Model 2 menunjukkan kemampuan lebih tinggi daripada Mythos 5 dalam sejumlah tugas internal.
  • Model tersebut belum menjalani seluruh evaluasi pra-deployment.
  • Anthropic belum memiliki rencana untuk merilis Model 2 kepada publik.
  • Mythos 5 merupakan model Anthropic dengan kemampuan tinggi di bidang cybersecurity, biologi, dan pekerjaan berbasis pengetahuan.
  • Akses Mythos 5 diberikan secara terbatas karena potensi penggunaan ganda untuk tujuan baik maupun berbahaya.
  • Anthropic menggunakan Claude Fable 5 sebagai versi dengan safeguard tambahan untuk penggunaan yang lebih luas.
  • Model 2 dan Mythos 5 digunakan secara internal untuk coding, pembuatan data, dan pekerjaan agentic.
  • Anthropic menaikkan penilaian risiko catastrophic misalignment dari "sangat rendah" menjadi "rendah".
  • Belum diketahui apakah Model 2 akan menjadi produk publik atau tetap digunakan sebagai sistem internal.

AI Semakin Pintar, Tetapi Keamanan Harus Mengikutinya

Kemunculan Model 2 memberikan gambaran bahwa perlombaan AI frontier masih jauh dari selesai.

Mythos 5 yang sebelumnya sudah berada di kelas kemampuan sangat tinggi ternyata bukan batas akhir.

Anthropic sudah memiliki sistem yang dalam sejumlah tugas dapat melampauinya.

Namun, bagian paling penting dari kabar ini bukan hanya soal siapa yang memiliki model paling pintar.

Pertanyaan yang lebih besar adalah:

Seberapa aman model tersebut ketika kemampuannya semakin tinggi?

Semakin pintar AI, semakin banyak pekerjaan yang dapat dilakukannya.

Tetapi semakin banyak pula akses yang mungkin diberikan kepadanya.

Dan ketika AI mulai mampu menulis kode, menggunakan tools, menjalankan tugas kompleks, serta membantu pekerjaan penelitian, batas antara "alat" dan "agen digital" semakin tipis.

Model 2 mungkin belum tersedia untuk publik.

Namun keberadaannya menunjukkan satu hal yang jelas:

AI generasi berikutnya mungkin sudah berkembang jauh lebih cepat daripada yang terlihat dari produk yang kita gunakan hari ini.

Artikel Terkait

Lihat Semua